Rabu, 23 November 2011

Sekarang pun Masih sama

Sekitar tujuh tahun lalu pertama kali kita bertemu, dalam satu ruangan selama setahun aku mengenalmu. Tak tahu sejak kapan mata ini selalu mempehatikanmu, hati ini tak hentinya membisikkan kalimat kagum akan kepribadianmu. Engkau bagaikan cahaya terang dalam kegelapan, mutiara berkilau di dasar lautan, walaupun di tengah-tengah mereka yang lupa namun engkau selalu ingat Rabb-mu. Bukan wajah tampan yang membuat mata tak berhenti memandang, bukan kekayaan yang membuat hati selalu terkesan, ketakwaanmulah yang telah menundukkan hatiku, menjadikanku pengaggum rahasiamu. Mungkin dirimu tak pernah tahu, karena sengaja kubungkus rapat perasaan ini supaya ia tak merusak kesucian perjuanganmu. Kukendalikan sikap agar tak tergambar dalam perbuatan kekaguman tersembunyi terhadapmu. 

Bertahun-tahun tak bertemu, berusaha mencuri-curi kabar dari mereka yang dekat denganmu tanpa harus kuungkapkan kepada mereka akan rasa ingin tahuku. Aku pun masih ragu antara kagum dan cinta, karena sulit untuk dibedakan. Walaupun kini sosokmu hanya bisa kuperhatikan lewat dunia maya, namun aku yakin engkau masih seperti dahulu. Begitu pula perasaan kagumku hingga sekarang pun masih sama terhadapmu. Walaupun kita tak bertemu dalam jodoh, namun aku bersyukur karena pernah mengenal dan bertemu pria sepertimu. (^_^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar