A. Zaman
Modern (17-19 M)
Rene Descartes (Perancis) atau Renatus Cartesius (Latin) adalah
tokoh utama dalam aliran rasionalisme. Ia memulai pemikirannya dengan konsep
meragukan segala sesuatu yang dapat diragukan. Ia menolak silogisme
dalam logika. Pertama sekali ia meragukan segala sesuatu yang dapat diindera,
objek yang katanya tidak dapat diraggukan. Inilah langkah pertama cogito
Descartes. Ia meragukan adanya badan karena adanya pengalaman mimpi,
halusinasi, ilusi dan pengalaman roh halus yang sebenarnya tidak jelas.
Descartes menemukan dasar kefilsafatannya pada fondasi “aku yang
berfikir”. Filsafatnya sering disebut subjektif, individualistik, dan sekaligus
humanistik. Selain itu, ia juga mengawali filsafatnya dengan merubah metodologi.
Ia memancangkan metode keraguan sebagai dasar kefilsafatan. Metodenya bukan
untuk mempertahankan keraguan. Bahkan sebaliknya, metodenya bergerak dari
keraguan menuju kepastian.
Descartes adalah tokoh awal yang membuat paradigma lain atau berbeda
dengan paradigma keilmuan filosof sebelumnya. Ia menyebut bahwa akal
(rasionalitas) adalah sumber pengetahuan yang mencukupi dan dapat dipercaya.
Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akallah yang akan memenuhi syarat yang
dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah. Akal dapat menurunkan kebenaran dari
dirinya sendiri, yaitu atas dasar asas-asas pertama yang pasti. Metode yang
digunakannya adalah deduktif yang landasannya ilmu pasti. Ia dijuluki sebagai the
father of modern philosophy karena ia mampu menempatkan akal pikiran dalam
kedudukan yang sangat tinggi.
Lahir di lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun
1642, bertepatan tahun dengan wafatnya Galileo. Keahliaannya dalam ilmu
pengetahuan dan matematika mulai dikembangkan semenjak dia masuk Universitas
Cambridge umur delapan belas tahun. Saat itu ia juga melakukan percobaan
sendiri hingga antara umur dua puluh satu sampai dua puluh tujuh tahun, dia
telah berhasil meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan.
Pertengahan abad ke-17 adalah periode pembenihan ilmu pengetahuan.
Penemuan teropong bintang telah merevolusionerkan ilmu pengetahuan dibidang
astronomi. Sedangakan di sector mekanika ia menemukan apa yang disebut dengan
hukum gerak newton yang pertama. Tetapi penemuan-penemuan Newton yang
terpenting adalah di bidang mekanika, pengetahuan sekitar bergeraknya sesuatu
benda. Galileo merupakan penemu pertama hukum yang melukiskan gerak sesuatu
obyek apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar. Tentu saja pada dasarnya
semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan yang paling penting
dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu. Masalah
ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua dan termasyhur dan
dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling utama. Hukum kedua
(secara matcmatik dijabarkan dcngan persamaan F = m.a) menetapkan bahwa
akselerasi obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda. Terhadap
kedua hukum itu Newton menambah hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak
(menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang
sama dengan yang bertentangan) serta yang paling termasyhur penemuannya tentang
kaidah ilmiah hukum gaya berat universal. Keempat perangkat hukum ini, jika
digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku buat seluruh
makro sistem mekanika, mulai dari pergoyangan pendulum hingga gerak
planit-planit dalam orbitnya mengelilingi matahari yang dapat diawasi dan
gerak-geriknya dapat diramalkan. Newton tidak cuma menetapkan hukum-hukum
mekanika, tetapi dia sendiri juga menggunakan alat kalkulus matematik, dan
menunjukkan bahwa rumus-rumus fundamental ini dapat dipergunakan bagi pemecahan
problem.
Gagasan dasar sudah
disusunnya jauh sebelum tahun 1669 tetapi banyak teori-teorinya baru diketahui
publik bertahun-tahun sesudahnya. Penerbitan pertama penemuannya adalah
menyangkut penjungkir-balikan anggapan lama tentang hal-ihwal cahaya. Dalam
serentetan percobaan yang seksama, Newton menemukan fakta bahwa apa yang lazim
disebut orang "cahaya putih" sebenarnya tak lain dari campuran semua
warna yang terkandung dalam pelangi. Dan ia pun dengan sangat hati-hati
melakukan analisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya.
Berpegang pada hukum ini dia --pada tahun 1668-- merancang dan sekaligus
membangun teropong refleksi pertama, model teropong yang dipergunakan oleh
sebagian terbesar penyelidik bintang-kemintang saat ini. Penemuan ini,
berbarengan dengan hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang
sudah diperagakannya, dipersembahkan olehnya kepada lembaga peneliti kerajaan
Inggris tatkala ia berumur dua puluh sembilan tahun.
3.
Charles
Darwin[3]
Lahirnya bersamaan benar dengan Abraham Lincoln, 12 Februari 1809
di Shrewsbury, Inggris. Charles Darwin penemu teori evolusi organik dalam arti
seleksi alamiah ini pada umur enam belas tahun masuk Universitas Edinburg
belajar kedokteran, tetapi baik kedokteran maupun anatomi dianggapnya ilmu yang
bikin jemu. Tak lama kemudian dia pindah ke Cambridge belajar unsur
administrasi perkantoran. Dari sini ia memikat mahagurunya untuk mendorongnya
mengikuti pelayaran pendidikan di atas kapal HMS. Berdasarkan perjalanan itulah
ia melahirkan karya-karya besar.
Darwin mulai berangkat berlayar di atas kapal Beagle tahun 1831.
Waktu itu umurnya baru dua puluh dua tahun. Dalam
perkelanaan itu, Darwin menyaksikan banyak keajaiban-keajaiban alam,
mengunjungi suku-suku primitif, menemukan jumlah besar fosil-fosil, meneliti
pelbagai macam tetumbuhan dan jenis binatang. Lebih jauh dari itu, dia membuat
banyak catatan tentang apa saja yang lewat di depan matanya. Catatan-catatan
ini merupakan bahan dasar bagi hampir seluruh karyanya di kemudian hari. Dari
catatan-catatan inilah berasal ide-ide pokoknya, dan kejadian-kejadian serta
pengalamannya jadi penunjang teori-teorinya.
Sejak tahun 1837, Darwin yakin bahwa tumbuhan dan binatang tidak
bersifat tetap, tetapi mengalami perubahan dalam perjalanan sejarah geologi.
Keyakinannya ini diperkuat dengan munculnya sebuah essai tentang
prinsip-prinsip kependudukan Thomas Malthus yang menyuguhkan fakta-fakta bahwa
adanya seleksi alam lewat kompetisi untuk mempertahankan kehidupan. Kemudian ia
pun merumuskan prinsip-prinsip teori seleksi alam.
Buku Darwin The Origin of Species terbit pada tahun 1859,
menimbulkan kegemparan. Memang kenyataannya mungkin tak pernah ada diterbitkan
buku ilmu pengetahuan yang begitu tersebar luas dan begitu jadi bahan
perbincangan yang begitu hangat, baik di lingkungan para ilmuwan maupun awam
seperti terjadi pada buku On the Origin of Species by Means of Natural
Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Strugle for Life.
Saling adu argumen tetap seru di tahun 1871 tatkala Darwin menerbitkan The
Descent of Man, and Selection in Relation to Sex. Buku ini, mengedepankan
gagasan bahwa manusia berasal dari makhluk sejenis monyet, makin menambah
serunya perdebatan pendapat.
Joseph John Thomson lahir di Creetham Hill, pinggiran kota
Manchester pada tanggal 18 Desember 1856.
Thomson baru-baru itu tertarik pada struktur atom yang
direfleksikan dalam bukunya, yang berjudul Treatise on the Motion of Vortex
Rings yang membuatnya memenangkan Adams Prize tahun 1884. Bukunya yang berjudul
Application of Dynamics to Physics and Chemistry terbit tahun 1886, dan di
tahun 1892 dia menerbitkan buku berjudul Notes on Recent Researches in
Electricity and Magnetism. Pekerjaan belakangan ini membungkus hasil-hasil yang
didapat berikutnya sampai pada kemunculan risalat James Clerk Maxwell yang
terkenal dan sering disebut sebagai jilid ketiga Maxwell. Thomson bekerja sama
dengan Professor J.H. Poynting untuk menulis buku fisika dalam empat jilid,
berjudul Properties of Matter dan tahun 1895, dia menghasilkan buku Elements of
the Mathematical Theory of Electricity and Magnetism, edisi kelima yang terbit
di tahun 1921.
Dia menemukan sebuah metode untuk memisahkan jenis atom-atom dan
molekul-molekul yang berbeda, dengan menggunakan sinar positif, sebuah ide yang
dikembangkan oleh Francis Aston, Dempster dan lainnya, yang menuju pada banyak
penemuan isotop.
B.
Zaman
Kontemporer
1.
Albert
Esntein
Albert Enstein adalah ilmuwan pada abad ke-20. Ia terkenal dengan
teori khusus relativitasnya pada tahun 1905 dan teori umum relativitasnya tahun
1915. Teorinya itu membuktikan atau menjelaskan sebuah pepatah bahwa “semuanya
adalah relative”. Teori Einstein menjungkir-balikkan secara revolusioner
pemikiran ilmiah dengan cara menolak adanya sang waktu yang absolut. Salah satu kesimpulan teori relitvitasnya
Enstein adalah benda dan energi berada dalam arti berimbangan dan hubungan
antara keduanya dirumuskan sebagai E = mc2. E menunjukkan energi dan
m menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena
c adalah sama dengan 180.000 kilometer per detik (artinya merupakan jumlah
angka amat besar) dengan sendirinya c2 (yang artinya c x c) karuan saja tak
tepermanai besar jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan
sebagian kecil dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luar biasa besarnya.
"Teori relativitas khusus" mengundang beda pendapat yang
hangat, tetapi dalam satu segi semua sepakat, teori itu merupakan pemikiran
yang paling meragukan yang pernah dirumuskan manusia. Tetapi, tiap orang
ternyata terkecoh karena "teori relativitas umum" Einstein merupakan
titik tolak pikiran lain bahwa pengaruh gaya berat bukanlah lantaran kekuatan
fisik dalam makna yang biasa, melainkan akibat dari bentuk lengkung angkasa
luar sendiri.
Einstein bukan sekedar mengembangkan secara teoritis, melainkan
dituangkannya ke dalam rumusan matematik yang jernih dan jelas sehingga orang
bisa melakukan ramalan yang nyata dan hipotesanya bisa diuji. Pengamatan
berikutnya --dan ini yang paling cemerlang karena dilakukan tatkala gerhana
matahari total-- telah berulang kali diyakini kebenarannya karena bersamaan benar
dengan apa yang dikatakan Einstein.
Teori umum tentang relativitas berdiri terpisah dalam beberapa hal
dengan semua hukum-hukum ilmiah. Pertama, Einstein merumuskan teorinya tidak
atas dasar percobaan-percobaan, melainkan atas dasar-dasar kehalusan simetri
dan matematik. Pendeknya berpijak diatas dasar rasional seperti lazimnya
kebiasaan para filosof Yunani dan para cendekiawan abad tengah perbuat. Ini
berarti, Einstein berbeda cara dengan metode ilmuwan modern yang berpandangan
empiris. Tetapi, bedanya ada juga: pemikir Yunani dalam hal pendambaan
keindahan dan simetri tak pernah berhasil mengelola dan menemukan teori yang
mekanik yang mampu bertahan menghadapi percobaan pengujian yang rumit-rumit,
sedangkan Einstein dapat bertahan dengan sukses terhadap tiap-tiap percobaan.
Salah satu hasil dari pendekatan Einstein adalah bahwa teori umum
relativitasnya dianggap suatu yang amat indah, bergaya, teguh dan secara
intelektual memuaskan semua teori ilmiah.
Teori relativitas umum juga dalam beberapa hal berdiri secara
terpisah. Kebanyakan hukum-hukum ilmiah lain hanya kira-kira saja berlaku. Ada
yang kena dalam banyak hal, tetapi tidak semua. Sedangkan mengenai teori umum
relativitas, sepanjang pengetahuan, sepenuhnya diterima tanpa kecuali. Tak ada
keadaan yang tak diketahui, baik dalam kaitan teoritis atau percobaan praktek
yang menunjukkan bahwa ramalan-ramalan teori umum relativitas hanya berlaku
secara kira-kira. Bisa saja percobaan-percobaan di masa depan merusak nama baik
hasil sempurna yang pernah dicapai oleh sesuatu teori, tetapi sepanjang
menyangkut teori umum relativitas, jelas tetap merupakan pendekatan yang paling
diandalkan bagi setiap ilmuwan dalam usahanya menuju kebenaran terakhir.
Anggapan lama lewat percobaan yang tersendat-sendat mengatakan bahwa
cahaya itu terdiri dari gelombang elektro magnit, dan gelombang serta partikel
merupakan konsep yang berlawanan. Sedangkan hipotesa Einstein menunjukkan suatu
perbedaan yang radikal dan amat bertentangan dengan teori-teori klasik. Bukan
saja hukum foto elektriknya terbukti punya arti penting dalam penggunaan,
tetapi hipotesanya tentang photon punya pengaruh besar dalam perkembangan teori
kuantum (hipotesa bahwa dalam radiasi, energi elektron dikeluarkan tidak
kontinyu melainkan dalam jumlah tertentu) yang saat ini merupakan bagian tak
terpisahkan dari teori itu.
Einstein senantiasa tertarik pada ihwal kemanusiaan dunia di
sekitarnya dan sering mengemukakan pandangan-pandangan politiknya. Dia
merupakan pelawan teguh terhadap sistem politik tirani, seorang pendukung gigih
gerakan Pacifis, dan seorang penyokong teguh Zionisme. Dalam hal berpakaian dan
kebiasaan-kebiasaan sosial dia tampak seorang yang individualistis. Suka humor,
sederhana dan ada bakat gesek biola. Tulisan pada nisan makam Newton yang berbunyi:
"Bersukarialah para arwah karena hiasan yang ditinggalkannya bagi
kemanusiaan!" sebetulnya lebih kena untuk Einstein.
2.
Hubble
Pada tahun 1962, Akademi Sains Nasional Amerika merekomendasikan
untuk membangun sebuh teleskop angkasa raksasa. Tiga tahun kemudian, tepatnya
pada tahun 1977, kongres mulai menugumpulkan dana untuk proyek tersebut. Pada
tahun yang sama pula, pembuatan teleskop angkasa Hubble segera dimulai.
Konstruksi teleskop Hubble, berhasil diselesaikan pada tahun 1985.
Hubble di'angkasakan' untuk pertamakalinya pada tanggal 25 April 1990. Padahal,
Hubble direncanakan untuk mulai dioperasikan pada tahun 1986. Tetapi,
pengoperasiannya ditunda sementara karena bencana Pesawat Angkasa Challenger.
Beberapa tahun setelah dioperasikan, Hubble mengirim gambar yang buram dan
tidak jelas. Pada akhirnya NASA menemukan bahwa lensa pada teleskop tersebut
bergeser sebanyak 1/50 ketebalan rambut manusia! Pada bulan Desember 1993,
Pesawat Ulang-Alik Endeavor, dikirim untuk memodifikasi Hubble dengan
menambahkan kamera baru untuk memperbaiki kesalahan pada lensa primernya.
Hubble sangat banyak membantu para ilmuwan dalam mempelajari,
mengobservasi dan memahami tentang jagad raya, objek luar angkasa (lubang
hitam/black hole, galaksi, bintang), dll. Hubble adalah teleskop angkasa yang
berhasil menemukan Xena, planet ke-10 beserta Gabrielle, satelitnya. Selain
itu, Hubble juga bayak mengirimkan gambar-gambar yang menakjubkan tentang
kejadian-kejadian di luar angkasa seperti; supernova, lahirnya bintang,
tabrakan bintang, dll. Gambar sebuah galaksi raksasa tidak dikumpulkan dalam
sehari saja. Galaksi Messier 101 (M-101) adalah salah satunya. Gambar galaksi
ini merupakan gambar terbesar dan ter-detail dari sebuah galaksi spiral yang
pernah dihasilkan oleh Hubble. Gambar galaksi ini terdiri dari 51 bagian. Pada
misi kedua di bulan Februari 1997, astronot mengganti sebagian instrumen Hubble
dan juga menambahkan selimut baru untuk menjaga Hubble agar tetap hangat.
Advance Camera, dipasang pada tahun 2001. Kamera ini dapat mempertajam gambar
dan memperlebar sudut pandang kamera. Setelah itu, Wide Field Camera 3, dan
Cosmic Origins Spectrograph dipasang pada tahun 2003. Dua misi Hubble yang
terakhir adalah pada tahun 2001 dan 2003. Hubble seharunya akan di non-aktifkan
pada akhir tahun 2005. Tetapi, pada bulan Oktober 1997, NASA memutuskan untuk
memperpanjang pengoperasian Hubble dari tahun 2005 ke 2010. Hubble akan
digantikan oleh teleskop James Webb.
[1] Cecep Sumarna,
Rekonstruksi Ilmu dari Empirik-Rasional Ateistik ke Empirik-Rasional
Teistik, (Bandung; Benang Merah Press, 2005), hal. 77-80
[2] H. Mahbub
Djunaidi, Terjemahan Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, (www.pakdenono.com)
[3] Ibid.
[4] Joseph John
Thomson, Wikpedia Indonesia (Ensiklopedia Bebas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar