Kamis, 21 April 2011

Maafku Untuk Ibu


9 bulan aku selalu bersamanya dalam tidur, sakit maupun senang. Tak peduli seberapa sakitnya, ia tetap membawa dan merawatku supaya aku bisa ikut meramaikan dunia ini, menjadi orang yang bisa menghilangkan segala beban dan sedih di hati. Ia berjuang antara hidup dan mati demi lahirnya aku ke dunia ini. Senyum bahagianya timbul saat tangisku pecah. Kasih sayang yang begitu tulus ia curahkan padaku dan melalui air susunya ia pancarkan rasa pengasih itu ke dalam tubuh ini. Sebagian darah yang mengalir dalam diri ini adalah darahnya. Ia tak minta imbalan dari ini semua…karena Allah pasti akan memberikan yang terbaik karena keikhlasannya. Ia hanya berharap aku bisa menjadi Shalehah yang selalu berharap pada ridho Allah dalam menjalani hidup ini. Ia begitu tegar dalam menghadapi segala kepahitan hidup ini. Selalu menyokongku saat aku lemah, nasehatnya adalah jimat bagiku sebagai penguat mengarungi pahitnya hidup yang aku jalani. Kebahagiaannya adalah cita-cita yang harus kuusahakan dengan jiwa raga ini.
Ibu…aku begitu menyayangimu, ku rindu padamu. Lukamu karenaku adalah sebuah kesalahan terbesar sebagai anak yang seharusnya menjaga dan menyejukkan hatimu. Tak hanya padamu aku berdosa, akan tetapi juga pada Allah swt karena aku telah menyakiti orang yang paling lembut di dunia ini, orang yang telah berjuang melawan kematian demi lahirnya aku ke dunia ini. Aku tak setegarmu ibu, aku tak sekuatmu ibu, aku masih lemah menghadapi semua karena terlena akan kenikmatan semu dunia ini. Keegoisanku telah cukup membuatmu terluka walaupun kesabaranmu selalu menutupinya.
Maafkan aku ibu, maafkan aku yang telah mendurhakaimu. Maafkan aku yang telah mengecewakanmu. Kubutuh ridlomu supaya ku bisa mengharungi kehidupan ini dalam ridlo Allah. Besar rasa keinginan dalam diri ini untuk selalu membuatmu tersenyum bahagia dalam kepahitan hidup ini. Cita-cita terbesarku adalah membuatmu tak pernah menyesal telah melahirkanku hingga engkau bisa melupakan semua rasa lelah dan sakit dalam diri. Maafkan anakmu yang masih belum bisa membuatmu selalu tersenyum bahagia. Keberhasilan ananda selama ini tak lain hanya karena ketakwaanmu pada-Nya yang selalu memohon perlindungan-Nya untuk ananda. Ibu..maafkan anakmu yang belum tegar menghadapi segala cobaan hidup ini.  Ibu..i Love you…I miss you… You are the best person in my life.
Hidup ini tersiksa tanpa ridhomu…jalan terasa buntu saat diri ini mendurhakaimu. Ibu…doaku pada Allah semoga engkau selalu dilindungi oleh-Nya. Kesejahteraanmu terjamin ditangan-Nya baik di dunia maupun di akhirat. Doa ananda untukmu semoga Kesedihan dan kegelisahan di hati selalu terangkat berkat rahmat dan kasih-Nya. Ananda akan selalu berusaha untuk menjadi permata hati dan penentram jiwa.
Thanks to My Mother
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar